Ngoko dipakai kepada teman dan orang yang lebih muda, krama kepada orang yang lebih tua atau belum akrab, dan krama inggil untuk tindakan orang yang kamu hormati. Satu pasangan kalimat memperlihatkan ketiganya sekaligus. Kepada orang tua kamu berkata Panjenengan saré (Anda tidur), karena tidur itu tindakan orang yang kamu hormati. Tentang dirimu sendiri kamu berkata kula tilem (saya tidur). Kata saré tidak pernah dipakai untuk dirimu.
Ngoko, krama, dan krama inggil adalah tiga kelompok kata, dan kamu memilihnya menurut siapa lawan bicaramu.
- NgokoDipakai kepada teman, saudara yang seumur, dan orang yang lebih muda. Contoh: Aku arep mangan. (Aku mau makan.)
- KramaDipakai kepada orang yang lebih tua atau belum akrab, dan untuk dirimu sendiri di depan mereka. Contoh: Kula badhé nedha. (Saya mau makan.)
- Krama inggilDipakai untuk tindakan, tubuh, dan milik orang yang kamu hormati. Contoh: Panjenengan sampun dhahar? (Anda sudah makan?)
Krama dan krama inggil biasanya dipakai bersama dalam satu kalimat. Kata biasa tetap krama, dan hanya kata untuk tindakan lawan bicara yang naik menjadi krama inggil. Kamu tidak pernah memakai krama inggil untuk dirimu sendiri. Untuk tindakanmu di depan orang yang dihormati ada kata rendah hati yang disebut krama andhap, seperti matur (menyampaikan) dan nyuwun (meminta).
Kalau kamu ragu kepada orang asing atau keluarga pasangan, pakai krama, dan krama inggil untuk tindakan mereka. Ngoko kepada orang yang belum kamu kenal bisa terdengar tidak sopan.
Ada juga krama madya, tingkat yang lebih santai daripada krama penuh. Halaman ini hanya menyebutnya sekali, untuk kata sampéyan. Kata-kata di sini mengikuti bahasa Jawa baku dari Solo dan Yogyakarta. Di Jawa Timur dan Banyumas, sebagian kata dan cara bicaranya berbeda.
Pilih tingkat menurut usia, kedekatan, dan status lawan bicaramu, lalu pakai contoh di kolom kanan sebagai pegangan.
| Lawan bicara | Tingkat yang kamu pakai | Contoh |
|---|---|---|
| Teman dan adik | Ngoko | Kowé wis mangan durung? (Kamu sudah makan belum?) |
| Tetangga yang lebih tua | Krama, dengan krama inggil untuk tindakannya | Bu, badhé tindak dhateng pasar? (Bu, mau pergi ke pasar?) |
| Ayah dan ibumu | Krama di banyak keluarga, ngoko di keluarga lain; tanyakan ke keluargamu | Bu, sampun dhahar dereng? (Bu, sudah makan belum?) |
| Mertua | Krama, dengan krama inggil untuk tindakannya | Bapak sampun dhahar dereng? (Bapak sudah makan belum?) |
| Penjual atau orang yang baru kamu kenal | Krama | Kula badhé tumbas sekul pecel, Bu. (Saya mau beli nasi pecel, Bu.) |
| Orang asing yang kamu tanyai | Krama | Nuwun sewu, Pak, kula badhé nyuwun pirsa. (Permisi, Pak, saya mau bertanya.) |
Orang yang lebih tua sering membalasmu dengan ngoko, dan itu wajar. Kamu tetap menjawab dengan krama.
Tabel ini memuat kata yang paling sering dibutuhkan, dengan arti dalam bahasa Indonesia. Tanda – berarti tidak ada kata khusus krama inggil, dan krama dipakai untuk semua orang. Kalau dua kolom berisi kata yang sama, itu bukan salah ketik, karena kata itu memang dipakai di kedua tingkat. Kolom krama untuk "kamu" berisi krama madya.
| Arti | Ngoko | Krama | Krama inggil |
|---|---|---|---|
| makan | |||
| minum | |||
| tidur | saré | ||
| mandi | adus | adus | siram |
| pergi | lunga | késah | tindak |
| berjalan | mlaku | mlampah | tindak |
| datang | teka | dhateng | rawuh |
| pulang | mulih | wangsul | kondur |
| duduk | lungguh | lenggah | lenggah |
| beli | tuku | tumbas | mundhut |
| berkata | ngomong | criyos | ngendika |
| sakit | lara | sakit | gerah |
| nasi | – | ||
| rumah | griya | dalem | |
| nama | jeneng | nami | asma |
Bagian kedua memuat badan, kata tanya, kata ganti, dan kata kecil seperti sudah dan belum.
| Arti | Ngoko | Krama | Krama inggil |
|---|---|---|---|
| badan | awak | badan | slira |
| sudah | sampun | – | |
| belum | durung | dereng | – |
| ya | iya | inggih | – |
| tidak | – | ||
| ada | ana | wonten | – |
| apa | apa | punapa | – |
| siapa | sapa | sinten | – |
| di mana | ngendi | pundi | – |
| bagaimana | piye | pripun | – |
| tadi | mau | wau | – |
| mau, akan | arep | badhé | – |
| saya | – | ||
| kamu | sampéyan | ||
| dia | piyambakipun | panjenenganipun |
Tiga kata dalam tabel gampang tertukar:
- Mandi. Kata adus dipakai di ngoko dan krama, dan hanya orang yang kamu hormati yang siram.
- Kula. Kata (saya) adalah krama biasa dan boleh kamu pakai untuk dirimu sendiri. Kata dalem di tabel berarti rumah orang yang dihormati. Kata itu juga dipakai untuk menjawab panggilan orang yang dihormati, seperti "ya, Pak".
- Sampéyan. Kata sampéyan (kamu) termasuk krama madya dan cocok untuk orang yang sebaya, sedangkan lebih hormat dan aman dipakai kepada orang yang lebih tua.
Sumber yang berbeda kadang memberi kata yang berbeda untuk satu baris, terutama untuk krama inggil. Tabel di atas mengikuti kamus Balai Bahasa DIY dan Wikikamus bahasa Jawa. Daftar yang kamu temukan di tempat lain bisa saja berbeda tanpa salah.
Lima situasi ini cukup untuk mulai berbicara dengan sopan, dan setiap baris memuat jawaban yang akan kamu dengar.
| Situasi | Kamu berkata | Jawaban yang kamu dengar |
|---|---|---|
| Berterima kasih | Matur nuwun. | Sami-sami. |
| Minta maaf | Nyuwun pangapunten. | Mboten menapa-menapa. |
| Menyapa pada pagi hari | Sugeng enjing. | Sugeng enjing. |
| Minta permisi | Nuwun sewu. | Mangga. |
| Menanyakan nama | Asma panjenengan sinten? | Nami kula Rina. |
Kata asma dipakai untuk nama lawan bicara, dan nami untuk namamu sendiri. Dengan teman, kamu cukup berkata Jenengmu sapa? (Namamu siapa?) dan Jenengku Rina. (Namaku Rina.)
Angka 6 sampai 9 sama di kedua tingkat, sedangkan angka 1 sampai 5 dan 10 berubah.
| Angka | Ngoko | Krama |
|---|---|---|
| 1 | siji | setunggal |
| 2 | loro | kalih |
| 3 | telu | tiga |
| 4 | papat | sekawan |
| 5 | lima | gangsal |
| 6 | enem | enem |
| 7 | pitu | pitu |
| 8 | wolu | wolu |
| 9 | sanga | sanga |
| 10 | sepuluh | sedasa |
Angka 1 juga ditulis satunggal di beberapa kamus, dan 10 juga sadasa. Keduanya benar.
Percakapan yang sama berubah di hampir setiap kata. Pertama, kamu bertanya kepada teman.
| Ngoko, kepada teman | Arti |
|---|---|
| Kowé wis mangan durung? | Kamu sudah makan belum? |
| Durung. Kowé? | Belum. Kamu? |
| Aku wis. Mau aku mangan sega pecel. | Aku sudah. Tadi aku makan nasi pecel. |
Lalu kamu bertanya kepada ibu mertuamu. Ia menjawab dengan ngoko, dan kamu tetap memakai krama.
| Krama, kepada ibu mertua | Arti |
|---|---|
| Bu, sampun dhahar dereng? | Bu, sudah makan belum? |
| Dereng, Nak. Kowé wis mangan? | Belum, Nak. Kamu sudah makan? |
| Sampun, Bu. Wau kula nedha sekul pecel. | Sudah, Bu. Tadi saya makan nasi pecel. |
Perhatikan bahwa dipakai untuk Ibu, dan untuk dirimu sendiri. Nasi juga berubah dari menjadi .
Bubblegum
- Tampilan aplikasi
- Terjemahan dan penjelasan (sebagian)
Untuk pelajar yang serius, Bubblegum adalah aplikasi terbaik untuk belajar bahasa Jawa. Kamu belajar dari teks dan audio yang hampir semuanya bisa kamu pahami. Cara ini disebut comprehensible input.
Ceritakan level dan hal yang kamu sukai kepada Poppy, tutor AI-mu, dan dia menulis pelajaran bahasa Jawa untukmu. Kalau ada kalimat yang sulit dipahami, minta Poppy menjelaskannya. Kamu juga bisa bertanya kepada Poppy kapan kata seperti dhahar dan nedha dipakai.
Dengan Regenerative Review™, kata yang kamu simpan muncul lagi di pelajaran baru, jadi kamu bisa mengulang kata dalam konteks baru tanpa harus memakai kartu hafalan.
- Baca dan dengarkan berita serta cerita dalam bahasa Jawa tentang hal yang kamu sukai.
- Ketuk kalimat yang belum kamu pahami, lalu tanyakan artinya kepada Poppy.
- Dengan Regenerative Review™, kata yang kamu simpan muncul lagi di pelajaran baru, jadi kamu mengulangnya sambil membaca. Kata itu juga bisa kamu kirim ke Anki.
- Suara AI yang jelas dan ekspresif membacakan setiap pelajaran, dengan suara berbeda untuk setiap pembicara.
- Di pelajaran yang Poppy tulis untukmu, terjemahan, arti kata, dan catatan tersedia dalam bahasa Indonesia. Kamus dan penjelasan tata bahasa juga dalam bahasa Indonesia.
- Kamu tidak bisa mengubah cerita atau unggahan berbahasa Jawa yang kamu temukan jadi pelajaran. Tapi kamu bisa menempel beberapa baris di chat, dan Poppy akan menjelaskan artinya.
- Pelajaran khusus untukmu butuh biaya untuk kami buat, jadi kamu perlu Bubblegum Pro supaya bisa minta sebanyak yang kamu mau. Pelajaran yang Poppy tulis untuk pelajar lain bisa dibaca gratis oleh siapa saja.
- Regenerative Review™
Ponsel
Untuk rencana belajar per level, baca cara belajar bahasa Jawa.
Apakah aku harus menghafal semua kata krama?
Tidak. Mulailah dari kata yang kamu butuhkan untuk orang yang akan kamu ajak bicara, seperti makan, minum, tidur, dan pergi. Tabel di atas memuat 30 kata, dan kamu bisa menambah kata baru saat menemuinya.
Apakah salah memakai ngoko kepada orang tua sendiri?
Tidak selalu. Banyak keluarga memakai krama kepada orang tua, tetapi ada juga yang memakai ngoko. Tanyakan kepada keluargamu, dan pakai krama kalau ragu.
Apakah Bubblegum gratis?
Ya. Pelajaran yang Poppy tulis untuk pelajar lain bisa dibaca gratis oleh siapa saja. Pelajaran khusus untukmu butuh biaya untuk kami buat, jadi kamu perlu Bubblegum Pro supaya bisa minta sebanyak yang kamu mau.
Sumber
- Balai Bahasa Provinsi DIY: Kamus Bahasa Jawa–Indonesia (KBJI), label K (krama) dan Ki (krama inggil) untuk tilem, saré, nedha, késah, tindak, wangsul, rawuh, tumbas, mundhut, sekul, wau, sampun, dereng, wonten, punapa, sinten, pundi, pripun, badhé, kula, panjenengan, nami, setunggal, gangsal
- Wikikamus bahasa Jawa (entri dengan padanan ngoko, krama, dan inggil: mangan, turu, adus, omah, jeneng, awak, lara, telu, papat, lima, sepuluh, wis, durung, ora, iya)
- Wikipedia: Javanese language (tingkat tutur, kata ganti kowé, sampéyan, panjenengan, dan kata dhahar)
- Wikipedia bahasa Indonesia: Bahasa Jawa (tingkat tutur, krama, madya, krama inggil, krama andhap)
- Wikivoyage: Javanese phrasebook (ungkapan sopan dan angka 1 sampai 10 dalam ngoko dan krama)
- Wiktionary: sugeng enjing (selamat pagi, sopan)
- Wiktionary: matur nuwun (terima kasih)
- Kemendikdasmen: Kaidah Penggunaan Ragam Krama Bahasa Jawa (rujukan korpus tata bahasa Bubblegum untuk pemilihan tingkat tutur)